MFT | Bleep Test

Panduan atau Cara Melakukan MFT | Bleep Test - Multistage Fitness Test atau Bleep Test adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani seseorang. Biasanya tes ini banyak dipakai untuk olahraga seperti bola basket, sepak bola, voly dan lainnya. Tes MFT dapat dilakukan terhadap beberapa orang sekaligus asalkan pengetes dapat mencatat dengan tepat dan cermat setiap tahapan tes dan dapat menghentikannya dengan tepat sesuai ketentuan tes MFT. Berikut dijelaskan tentang beberapa tindakan pencegahan, perlengkapan tes, persiapan pelaksanaan tes, persiapan peserta sebelum dan sesudah tes dan pelaksanaan.

Beberapa Tindakan Pencegahan
  • Peserta harus dalam kondisi sehat.
  • Pengetes perlu menggugah motivasi dan perhatian peserta tes, agar mereka melakukan tes dengan sungguh-sungguh.
Perlengkapan Tes


  • Lintasan tes dapat berupa halaman, lapangan olahraga atau tanah datar yang tidak licin sepanjang 20 meter.
  • Pengeras suara dan tape recorder.
  • Kaset atau CD berisi panduan tes MFT.
Persiapan Pelaksanaan Tes
  • Ukur panjang lintasan lari adalah 20 meter dan beri tanda di kedua ujungnya.
  • Pastikan kaset atau CD yang berisi panduan tes MFT telah diseting dengan benar.
  • Sebelum melakukan tes jangan makan selama dua jam sebelum mengikuti tes, pakai pakaian olahraga dan sepatu olahraga yang tidak licin.
  • Melakukan peregangan terutama untuk otot-otot tungkai sebelum melaksanakan tes. Disarankan juga untuk melakukan pemanasan secara umum sehingga secara fisik dan mental siap melakukan tes.
  • Setelah melakukan tes lakukan pendinginan dengan melakukan peregangan.
Pelaksanaan Tes
  • Hidupkan tape recorder yang berisi kaset atau CD panduan tes MFT mulai dari awal lalu ikuti petunjuknya.
  • Pada bagian permulaan, jarak dua sinyal tut menandai suatu interval satu menit yang terukur secara akurat.
  • Selanjutnya terdengan penjelasan ringkas mengenai pelaksanaan tes yang mengantarkan pada perhitungan mundur selama lima detik menjelang dimulainya tes.
  • Setelah itu akan keluar sinyal tut pada beberapa interval yang teratur.
  • Peserta tes diharapkan berusaha agar dapat sampai ke ujung yang berlawanan bertepatan dengan sinyal tut yang pertama berbunyi, untuk kemudian berbalik dan berlari ke arah yang berlawanan.
  • Setiap kali sinyal tut berbunyi peserta tes harus sudah sampai di salah satu ujung lintasan lari yang di tempuhnya.
  • Selanjutnya interval satu menit akan berkurang sehingga untuk menyelesaikan level selanjutnya peserta tes harus berlari lebih cepat.
  • Setiap kali peserta tes menyelesaikan jarak 20 meter, posisi salah satu kaki harus tepat menginjak atau melewati batas 20 meter, selanjutnya berbalik dan menunggu sinyal berikutnya untuk melanjutkan lari ke arah berlawanan.
  • Setiap peserta tes harus berusaha bertahan selama mungkin, sesuai dengan kecepatan yang telah diatur. Jika peserta tes tidak mampu berlari mengikuti kecepatan tersebut maka peserta harus berhenti atau dihentikan dengan ketentuan :
  • Jika peserta tes gagal mencapai dua langkah atau lebih dari garis batas 20 meter setelah sinyal tut berbunyi, pengetes memberi toleransi 1 x 20 meter, untuk memberi kesempatan peserta tes menyesuaikan kecepatannya.
  • Jika pada masa toleransi itu peserta tes gagal menyesuaikan kecepatannya, maka dia dihentikan dari kegiatan tes.
  • Tanda batas jarak.

Cara Mengecilkan Perut Dengan Olahraga Yang Tepat

Cara Mengecilkan Perut - Perut anda buncit? Ingin mengecilkan perut anda? Ada beberapa hal yang perlu anda lakukan untuk mendapatkan bentuk perut yang ideal, langsing atau nama kerennya "Six Pack". Salah satu dari beberapa hal tersebut adalah dengan melakukan olahraga yang teratur. Olahraga yang teratur akan melatih otot kita serta dapat membakar lemah pada tubuh. Olahraga yang dapat anda lakukan misalnya seperti senam, sit-up atau dengan melakukan latihan beban.
Dari sekian olahraga yang saya sebutkan tadi, latihan beban adalah cara yang menurut saya paling cepat dan efisien. Namun anda harus mengerti bentuk latihan beban yang berfungsi untuk melatih otot perut sehingga perut anda berbentuk kotak-kotak atau "Six Pack". Berikut contoh latihan beban untuk mengecilkan perut :








Pelajaran Pejasorkes Dalam Kurikulum 2013

Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan termasuk mata pelajaran kelompok B di dalam struktur kurikulum 2013, yaitu kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten kearifan lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah, pola penerapannya dapat dengan integrasi dengan kompetensi dasar yang sudah termuat di dalam kurikulum SMA/MA, atau dapat menambahkan kompetensi dasar tersendiri. Dalam stuktur kurikulum mata pelajaran PJOK alokasi waktu 3 jam pelajaran setiap minggu, dimana alokasi waktu jam pembelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Struktur Kurikulum 2013 ini, mata pelajaran PJOK memiliki konten memberi sumbangan mengembangkan kompetensi gerak dan gaya hidup sehat, dan memberi warna pada pendidikan karakter bangsa. Pembelajaran PJOK dengan kearifan lokal akan memberi apresiasi terhadap multikultural yaitu mengenal permainan dan olahraga tradisional yang berakar dari budaya suku bangsa Indonesia dan dapat memberi sumbangan pada pembentukan karakter.
 
Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada penjelasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 37 UU dituliskan, bahwa bahan kajian pendidikan jasmani, dan olahraga dimaksudkan untuk membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan ditekankan untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, sportivitas, spiritual, dan sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Selain tujuan utama tersebut dimungkinkan adanya tujuan pengiring, tetapi porsinya tidak dominan.

Sesuai dengan penjelasan tersebut Freeman (2007: 27-28) menyatakan bahwa pendidikan jasmani menggunakan aktivitas jasmani untuk menghasilkan peningkatan secara menyeluruh terhadap kualitas fisik, mental, dan emosional peserta didik. Pendidikan jasmani memperlakukan setiap peserta didik sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak lagi menganggap individu sebagai pemilik jiwa dan raga yang terpisah, sehingga di antaranya dianggap dapat saling mempengaruhi. Pendidikan jasmani merupakan bidang kajian yang luas yang sangat menarik dengan titik berat pada peningkatan pergerakan manusia (human movement). Pendidikan jasmani menggunakan aktivitas jasmani sebagai wahana untuk mengembangkan setiap individu secara menyeluruh, mengembangkan pikiran, tubuh, dan jiwa menjadi satu kesatuan, hingga secara konotatif dapat disampaikan bahwa “suara pikiran adalah suara tubuh”.

Sementara itu, Marilyn M. Buck dan kawan-kawan (2007:15) menerjemahkan pendidikan jasmani sebagai kajian, praktik, dan apresiasi atas seni dan ilmu gerak manusia (human movement). Pendidikan jasmani merupakan bagian dari proses pendidikan secara keseluruhan. Gerak merupakan sifat alamiah dan merupakan ciri dasar eksistensi manusia sebagai mahluk hidup. Pendidikan jasmani bukan merupakan bidang kajian yang tertutup. Perubahan yang terjadi di masyarakat, perubahan teknologi, pemeliharaan kesehatan, dan pendidikan secara umum membawa dampak bagi kualitas program pendidikan jasmani.

Hakikatnya pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan diberikan di sekolah untuk membentuk “insan yang berpendidikan secara jasmani (physically educated person)”. National Standards for Physical Education (NASPE) sebagaimana yang dikutip oleh Michel W. Metzler (2005:14) menggambarkan sosok ini dengan syarat dapat memenuhi standar: (1) Mendemonstrasikan kemampuan keterampilan motorik dan pola gerak yang diperlukan untuk menampilkan berbagai aktivitas fisik, (2) Mendemonstrasikan pemahaman akan konsep gerak, prinsip-prinsip, strategi, dan taktik sebagaimana yang mereka terapkan dalam pembelajaran dan kinerja berbagai aktivitas fisik, (3) Berpartisipasi secara regular dalam aktivitas fisik, (4) Mencapai dan memelihara peningkatan kesehatan dan derajat kebugaran, (5) Menunjukkan tanggung jawab personal dan sosial berupa respek terhadap diri sendiri dan orang lain dalam suasana aktivitas fisik, dan 6). Menghargai aktivitas fisik untuk kesehatan, kesenangan, tantangan, ekspresi diri, dan atau interaksi sosial.

Berangkat dari pandangan yuridis dan akademis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Mengingat tantangan yang berat bagi seorang guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk menjalankan profesinya dalam Implementasi Kurikulum 2013. Maka Kurikulum 2013 dikembangkan dengan penyempurnaan pola pikir, sebagai berikut:
  1. Pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama.
  2. Pola pembelajaran satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat lingkungan alam, sumber/media lainnya).
  3. Pola pembelajaran terisolasi menjadi pembelajaran secara jejaring (peserta didik dapat menimba ilmu dari siapa saja dan dari mana saja yang dapat dihubungi serta diperoleh melalui internet);
  4. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran aktif-mencari (pembelajaran peserta didik aktif mencari semakin diperkuat dengan model pembelajaran pendekatan sains);
  5. Pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim);
  6. Pola pembelajaran alat tunggal menjadi pembelajaran berbasis alat multimedia;
  7. Pola pembelajaran berbasis massal menjadi kebutuhan pelanggan (users) dengan memperkuat pengembangan potensi khusus yang dimiliki setiap peserta didik;
  8. Pola pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal (monodiscipline) menjadi pembelajaran ilmu pengetahuan jamak (multidisciplines);
  9. Pola pembelajaran pasif menjadi pembelajaran kritis.

Contoh Judul Skripsi Olahraga dan Kepelatihan

Kumpulan Judul Skripsi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi | Penjas | Pendidikan Kepelatihan – Skripsi adalah salah satu mata kuliah yang wajib diselesaikan oleh setiap mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan sarjana apapun fakultasnya, tidak terkecuali oleh fakultas keolahragaan. Nah berikut ini kami sediakan beberapa contoh judul skripsi olahraga yang mungkin memberikan inspirasi bagi anda.



KORELASIONAL
  • HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA
  • HUBUNGAN KELINCAHAN DENGAN KETRAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
  • HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTO LENGAN DENGAN KETEPATAN SMASH PADA PERMAINAN BOLA VOLI
  • HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH
  • HUBUNGAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK
  • HUBUNGAN LARI CEPAT 100 METER DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
  • HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN LARI 50 METER DENGAN HASIL PRESTASI LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA
  • HUBUNGAN ANTARA KESEGARAN JASMANI DENGAN INTELEGENSI (KECERDASAN) PADA SISWA
  • HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DENGAN KEMAMPUAN TOLAK PELURU GAYA OBRIEN PADA SISWA
  • HUBUNGAN ANTARA LARI KELOK-KELOK (ZIG ZAG TWIN) DENGAN KETRAMPILAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN SEPAKBOLA
  • HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KESEGARAN JASMANI DENGAN HASIL PRESTASI BELAJAR PADA SISWA
  • HUB ANTARA TINGGI BADAN DENGAN KEMAMPUAN LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK PADA SISWA

PERBANDINGAN
  • PERBANDINGAN ANTARA LATIHAN BOX SKIP DENGAN LATIHAN SKIPPING TERHADAP KEMAMPUAN TEMBAKAN LAY UP DALAM PERMAINAN BOLA BASKET
  • PERBANDINGAN EFEKTIFITAS HASIL KETEPATAN SERVIS ANTARA TEKNIK SERVIS MENGAMBANG DI ATAS KEPALA DENGAN TEKNIK SERVIS MELINGKAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI
  • PERBANDINGAN LATIHAN SISTEM PIRAMIDA DENGAN PIRAMIDA TERBALIK TERHADAP HASIL ERGO 2000 METER

EKSPERIMEN
  • PENGARUH MENONTON SIARAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA DI TELEVISI TERHADAP MOTIVASI BERPRESASI ATLET SEPAK BOLA JUNIOR DI SSB
  • PENGARUH LATIHAN SIMULASI (SIMULATION TRAINING) TERHADAP PENINGKATAN PERCAYA DIRI ATLET KUMITE PADA CABANG OLAHRAGA KARATE 
  • PENGARUH LATIHAN MENGGIRING BOLA DENGAN MATA TERTUTUP TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PERMAINAN BOLA BASKET
  • PENGARUH LATIHAN SERVICE MENGGUNAKAN ALAT BANTU TALI DENGAN YANG TIDAK MENGGUNAKAN ALAT BANTU TALI TERHADAP KETERAMPILAN SERVICE PENDEK 
  • DAMPAK PENERAPAN PELATIHAN HARNESS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KECEPATAN (SPEED) 
  • DAMPAK LATIHAN DRIBBLE SLALOM DAN DRIBBLE BEBAS TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA
  • PENGARUH LATIHAN TOTAL (TOTAL TRAINING) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PEMAIN FUTSAL
  • PENGARUH METODE PROGRESIF TERHADAP PENINGKATAN TEMBAKAN BEBAS PADA CABANG OLAHRAGA BOLA BASKET

Daftar 22 Pemain Timnas U19 Terbaru

Daftar Nama Pemai Timnas U19 – Sepak terjang timnas Indonesia U19 memang telah mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah Internasional. Tim besutan Indra Sjafri mempunyai gaya permainan yang sangat menawan. Nah siapa sajakah nama pemainnya? Berikut daftar nama pemain timnas  Indonesia U19 yang lolos seleksi tahap kedua sesuai pengumuman Badan Tim nasional (BTN).





Kiper
1. Ravi Murdianto
2. Awan Setho Raharjo
3. M. Diky Indrayana                     

Bek
1. M. Sahrul Kurniawan
2. Hansamu Yama Pranata
3. Febly Gushendra
4. Ryuji Utomo Wibowo
5. Putu Gede Juni Antara
6. M. Fatchu Rochman
7. Mahdi Fahri Albaar
8. Eriyanto
9. Bagas Adi Nugroho

Gelandang
1. Hargianto
2. Evan Dimas Darmono
3. Zulfiandi
4. Ikhsan Kurniawan
5. Hendra Sandi Gunawan
6. Alqomar Tehupelasury
7. Irfandy Zein Alzubeidy
8. Paulo Oktavianus Sitanggang                         

Depan
1. Ilham Udin Armaiyn
2. Maldini Pali
3. Yabes Roni Malaifani
4. Miftahul Hamdi
5. M. Dimas Drajad
6. M. Reza Fahlevi Sitorus
7. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh
8. Dinan Yahdian Javier
9. Septian David Maulana

Latihan Kelincahan Dengan Shuttle Run

Kelincahan adalah kemampuan seseorang untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat pada waktu gerak tanpa kehilangan keseimbangan. Seseorang dapat dikatakan lincah jika orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan baik. Ada banyak cara untuk melatih kelincahan, salah satunya adalah dengan melakukan lari bolak-balik atau shuttle run.


http://adf.ly/PK3qr





Cara Melakukan Shuttle Run
  • Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6 – 8 kali dengan jarak 4 – 5 meter.
  • Setiap kali pelari sampai pada suatu titik yang menjadi batas, maka secepat mungkin pelari harus mengubah arah untuk berlari ke batas lainnya.
  • Perlu diperhatikan bahwa jarak antara jarak antara kedua titik tidak boleh terlalu jauhserta jumlah pengulangan tidak terlalu banyak agar pelari tidak kelelahan.
  • Dalam latihan ini yang diperhatikan adalah kemampuan mengubah arah dengan cepat pada waktu bergerak

Sejarah Softball

Sejarah Permainan Softball Di Dunia dan Di Indonesia  - Olahraga softball lahir di Amerika Serikat yang diciptakan oleh George Hancok pada tahun 1887 di kota Chicago. Semula permainan ini hanya sebagai rekreasi dan dimainkan dalam ruangan tertutup. Daya tarik utama adalah karena permainan ini dapat dimainkan oleh semua usia, baik pria maupun wanita. Kemudian dari Amerika berkembang ke Canada dan dari sanalah berkembang ke seluruh penjuru dunia.




Perkembangan selanjutnya, terbentuklah federasi  softball international dan lahirlah peraturan-peraturan permainan ini. Terutama untuk permainan antar negara. Untuk pertemuan ini biasanya diawali dengan kejuaraan nasional dan regional di belahan dunia. 

Sampai tahun 1996, di Indonesia olahraga sotball masih dianggap olahraga kaum wanita. Tetapi setelah melihat Asean Games di Bangkok, diketahui bahwa kaum pria juga bermian softball. Melihat keterbukaan ini, Indonesia mulai serius juga mengembangkan untuk pria. Perkembangan mulai tampak di Jakarta, Bandung, Palembang, Semarang, dan Surabaya.

Melihat perkembangan yang sangat pesat, dan softball sudah menjadi olahraga masyarakat, maka dibentuklah organisasi softball yang bernama, Perserikatan Basetball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia atau disingkat PERBASASI. Kejuaraan pertama dilaksanakan pada tahun 1967 di Jakarta. Pada PON 1969 di Surabaya, softball merupakan salah satu olahraga yang dipertandingkan.


Peraturan Sepak Takraw Terbaru



Peraturan Permainan Sepak Takraw Terbaru – Sepak takraw adalah salah satu olahraga permainan yang asli berasal dari Indonesia. Permainan yang sempat populer di era tahun 90-an ini reputasinya semakin menurun dan kurang diminati. Berikut beberapa perubahan peraturan sepak takraw terbaru.








Lapangan
  • Ukuran Lapangan sepak takraw adalah 13,40 m x 6,10 m
  • Lapangan sepak takraw bisa berada di dalam maupun luar gedung.
  • Jika lapangan berada dalam gedung maka tinggi atap minimal harus 8 m.
  • Lapangan ditandai dengan garis selebar 4 cm.


Ukuran Net
Tinggi Net :
  • Putra: Tinggi net 1,55m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah.
  • Putri: Tinggi net 1,45m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah.
  • Kedudukan tiang 30cm diluar garis pinggir

Jaring atau Net :
Net terbuat dari tali atau benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
Lebar net 70 cm dengan panjang 6,10 m.

Bola Takraw
Bisa terbuat dari plastik atau anyaman rotan dengan ukuran:


  • Lingkaran 42-44 cm untuk putra dan 43-45 cm untuk putri.
  • Berat adalah 170-180 gr untuk putra dan 150-160 untuk putri.









Pemain Sepak Takraw
  • 1 regu terdiri dari 4 orang pemain, 3 pemain inti (Tekong, Apit Kanan dan Apit Kiri) dan 1 pemain cadangan.
  • Pemain Tekong Bertugas sebagai penyepak awal untuk memulai permainan.
  • Apit Kanan dan Kiri bertugas memberikan bola atau mengumpan bola kepada Tekong ketika melakukan servis awal.

Kesalahan Dalam Permainan Sepak Takraw
Kesalahan Pihak Penyepak Bola :
  • Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
  • Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjak garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh diluar lapangan.
  • Bola tidak melewati net.

Kesalahan Pihak Penerima Servis :
Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).

Kesalahan Kedua Regu :
  • Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
  • Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
  • Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
  • Memainkan bola lebih dari tiga kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.

Sistem perhitungan angka
  • Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
  • Angka kemenangan setiap set maksimum 15 angka. Pada saat posisi angka 14-14, maka regu yang mencapai poin 16 terlebih dahulu adalah pemenang set.
  • Regu pemenang adalah regu yang memenangkan 2 set terlebih dahulu.
  • Tiap regu berhak mengambil sepak awal sebanyak 3 kali berurutan.
  • Sistem perhitungan angka menggunakan Rally Poin

Pergantian Pemain
  • Pemain yang telah digantikan oleh pemain cadangan dapat dimasukkan kembali.
  • Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh petugas pertandingan atau wasit kedua.
  • Pemain yang mendapat kartu merah tidak dapat dimaukkan kembali.
  • Regu yang kurang dari 3 pemain maka dianggap kalah.

Posisi Pemain Pada Saat Servis
  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service.
  • Kedua apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.

Permainan Polo Air

Peraturan Permainan Polo Air - Olahraga Polo air merupakan jenis permainan yang dimainkan secara beregu. Setiap regu terdiri dari 7 pemain. Permainan polo air berupa permainan bola di air dengan menggunakan tangan di mana kolam renang telah diberi gawang di setiap sisinya. Tujuh pemain dalam satu regu berupaya memasukkan bola ke gawang lawan sebanyak-banyaknya dan regu paling banyak memasukkan bola ke gawang lawan adalah pemenang.


Pemain
Tiap regu terdiri dari 7 pemain dan 6 pemain cadangan.
Pemain tidak boleh melapisi tubuhnya dengan minyak.
Setiap pemain harus memakai topi yang bernomor 1 sampai dengan 13 dan pada bagian belakang topi diberi warna biru atau merah.

Waktu Permainan
Permainan terdiri dari 4 babak dengan durasi waktu 5 menit bersih tiap babaknya. Istirahat tiap babaknya adalah 2 menit dengan dilakukan pergantian tempat di setiap babaknya.

Cara Bermain Polo Air
Permulaan Permainan
Pada setiap permulaan masing-masing babak, para pemain berada pada garis gawang dengan jarak sekurang-kurangnya 1 meter dari gawang. Di antara kedua gawang tidak boleh lebih dari 2 pemain. Pemain harus menunggu tanda dari wasit yang akan diberikan bila setiap regu telah siap. Tanda tersebut berupa tiupan peluit dan segera setelah itu wasit harus melepaskan atau melemparkan bola ke arah lapangan permainan.
Sesudah terjadi gol, regu yang kemasukan memulai kembali permainan dan setiap pemain harus mengambil tempat di mana saja di daerahnya sendiri, di belakang garis tengah. Seorang pemain dari regu yang kemasukan melempar bola ke arah temannya setelah wasit meniup peluit.
Permulaan yang salah harus diulang kembali.

Kemasukan (Gol)
Bola dinyatakan masuk bila telah sepenuhnya melewati garis gawang diantara kedua gawang.

Lemparan Gawang
Apabila bola keluar dari garis gawang dan terakir disentuh oleh pemain penyerang maka dilakukan lemparan gawang.
Kesalahan dalam lemparan gawang harus diulangi.

Lemparan Penjuru
Dilakukan bila :
Bola melewati garis gawang dan terakhir disentuh oleh pemain bertahan.
Seorang penjaga gawang pada waktu melakukan lemparan bebas atau lemparan gawang, sebelum bola itu disentuh oleh pemain lainnya mengambilnya kembali dan masuk ke dalam gawang.
Pemain melakukan lemparan bebas, mengoper bola itu kepada penjaga gawang sendiri dan sebelum pemain lainnya menyentuh.

Kesalahan
Terdapat dua kesalahan, yaitu kesalahan biasa yang hukumannya yaitu lemparan bebas dan kesalahan berat dengan hukuman pinalti.

Lemparan bebas
Lemparan ini merupakan hukuman dari kesalahan biasa. Cara melakukan yaitu dari tempat terjadinya kesalahan, seorang pemain yang mendapatkan lemparan bebas dapat langsung mengoperkan bola ke rekannya atau menggiring dahulu baru mengoperkan kepada rekannya.lemparan bebas dapat dinyatakan masuk gawang atau gol bila sebelumnya telah disentuh pemain kawan atau lawan dan melewati garis gawang diantara kedua gawang. 

Lapangan Permainan


Contoh Soal Penjas Kelas X Semester Genap

Penjasor | Penjaskes - Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana seorang Guru telah berhasil dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah dengan mengadakan ujian. Oleh karena itu hendaknya dalam membuat soal harus disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dan materi yang telah disampaikan pada siswa. Berikut ini contoh soal pendidikan jasmani untuk kelas X (sepuluh) semester genap.


  1. Untuk menjadi pemain sepak bola profesional, tentu harus mampu menguasai teknik dasar dengan baik. Sebutkan 5 teknik dasar dalam permainan sepak bola!
  2. Sebutkan 4 teknik yang harus dikuasai oleh seorang pemain bola voli!
  3. Salah satu cara memasukkan bola ke keranjang adalah dengan melakukan lay-up. Jelaskan teknik melakukan lay-up dalam permainan bola basket?
  4. Dalam permainan softball, terdapat istilah-istilah yang harus dimengerti oleh para pemainnya. Jelaskan pengertian istilah-istilah di bawah ini!
    • Swing
    • Batting
    • Bunting
    • Pitcher
    • Tick
  5. Salah satu penyebab rusaknya generasi bangsa adalah pergaulan bebas atau seks bebas. Jelaskan bahaya seks bebas di kalangan remaja!
  6. Jelaskan teknik gerakan lengan pada saat melakukan renang gaya dada!
  7. Jelaskan cara melakukan back extention dalam senam lantai!
  8. Jelaskan pengertian senam ritmik!
  9. Kebugaran Jasmani adalah kemampuan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelahan yang berarti. Sebutkan 5 saja komponen kebugaran jasmani!
  10. Sebutkan 10 olahraga yang termasuk dalam cabang atletik!